Aksi Terorisme di MRPD: Dua Mantan Anggota SWAT Diduga Terlibat Dalam Aksi Tersebut
17 Juli 2026 - sudah dibaca 99 kali

Telah terjadi tindakan terorisme berupa penyerangan terhadap kantor polisi Mission Row Department Police (MRPD) di Kota Satu Mimpi pada tanggal 17 Juli 2026. Akibat serangan tersebut, daerah kantor MRPD di netralisasikan dan seluruh kota kini berada dalam status Siaga 1.
.
Sebelumnya, terjadi koordinasi darurat antara pihak kepolisian dan rumah sakit, di mana Direktur Rumah Sakit, Orion, menerima informasi dari kepolisian bahwa mereka sedang menjalankan operasi khusus terkait penculikan warga, ancaman bom, serta blokade kantor MRPD.
.
Selain itu, serangkaian aksi kekerasan terorganisir yang terjadi dijelaskan oleh pimpinan polisi bernama Creature. Pertama, seorang pelaku dari BANMES menabrakkan kendaraannya ke gedung MRPD. Kedua, helikopter polisi ditembaki dari arah yang tidak diketahui, dengan dugaan kuat menggunakan senjata RPG. Ketiga, terjadi penyanderaan terhadap beberapa orang dari instansi, di mana pelaku menuntut pembebasan dua rekan mereka yang berhasil ditangkap.
.
Pihak kepolisian menuruti tuntutan penyandera yaitu pembebasan terhadap dua pelaku tersebut demi keselamatan sandera, namun polisi telah memasang alat pelacak pada kaki keduanya. Diketahui bahwa kedua pelaku tersebut merupakan mantan anggota SWAT. Saat ini, kepolisian meminta hakim untuk menjatuhkan hukuman mati kepada kedua pelaku tersebut.
.
Kasus ini selanjutnya diserahkan investigasinya kepada unit detektif kepolisian untuk mencari tahu identitas, asal-usul, dan motif dari kelompok teroris tersebut.
.

Komentar
INI SAYA
25 Juli 2026
memang #fckmpruyyy
LSPD GABUT
25 Juli 2026
LSPD KERJANYA APA TIDAK PERNAH MENGAYOMI WARGA #FCKMPRUYY
TARIAN SEMUT
25 Juli 2026
IH TAKUTNYOOO SANGAT TIDAK AMAN DIKOTA INI LSPD KERJANYA APAH YACH?
mentri keluangan
22 Juli 2026
cara cek pembayaran pajak gimana ya selain mendarat di kota