Anggota EMS Kembali Terjerat Kasus Kriminal, Sikap Direksi Mulai Dipertanyakan
04 Oktober 2026 - sudah dibaca 529 kali

Satu Mimpi — Keterlibatan anggota Emergency Medical Service (EMS) dalam tindak kriminal kembali menjadi perhatian setelah Druga Valencrest Adhipratama dijatuhi hukuman atas kasus narkotika. Druga dijatuhi hukuman total 125 bulan penjara serta denda $3.550.000 setelah mengaku bersalah atas kepemilikan narkotika kategori 2, perdagangan narkotika, dan penggunaan kendaraan secara melawan hukum. Kasus tersebut menambah kekhawatiran terhadap keterlibatan oknum tenaga medis dalam aktivitas kriminal di Negara Satu Mimpi. Sebelumnya, penyelidikan BCSO juga mencatat Druga masih berstatus sebagai anggota EMS ketika kasus tersebut ditangani.
Kasus kriminal yang melibatkan anggota EMS dinilai bukan lagi menjadi persoalan yang dapat dipandang sebelah mata oleh pihak internal rumah sakit. Sejumlah kejadian sebelumnya disebut telah memunculkan kekhawatiran mengenai anggota EMS yang melakukan tindak kejahatan maupun memiliki kedekatan dengan kelompok kriminal. Kondisi tersebut kemudian memunculkan anggapan di tengah warga bahwa pihak direksi EMS cenderung menutup mata terhadap perilaku sejumlah anggotanya. Dalam kasus ini, Druga sendiri masih aktif menjadi EMS hingga 7 hari setelah dikeluarkannya keputusan persidangan.
Perhatian terhadap proses penerimaan dan pengawasan anggota EMS semakin menguat setelah kasus Druga memasuki proses hukum. Dalam penyelidikan, petugas menemukan narkotika dan uang hitam yang diduga berkaitan dengan aktivitas transaksi ilegal, sementara profesinya sebagai bagian dari institusi pelayanan medis turut menjadi perhatian penyidik. Laporan kepolisian menekankan bahwa profesi tersebut memiliki tanggung jawab terhadap pelayanan dan keselamatan masyarakat. Temuan itu membuat pertanyaan mengenai pengawasan internal terhadap anggota EMS menjadi semakin relevan untuk disampaikan kepada pihak direksi.
Warga kini mempertanyakan bagaimana individu yang terlibat dalam aktivitas kriminal dapat dengan mudah menjadi ataupun tetap berada di dalam institusi EMS. Pertanyaan tersebut tidak hanya menyangkut proses perekrutan, tetapi juga pemeriksaan latar belakang, pengawasan anggota, serta tindakan internal ketika terdapat indikasi keterlibatan dalam kejahatan. Pengadilan sendiri dalam perkara Druga secara khusus memerintahkan Satu Mimpi Medical Center untuk meninjau status pekerjaannya dan mengambil tindakan disipliner yang sesuai. Sorotan terhadap EMS pun kini tidak hanya tertuju kepada individu yang melakukan kejahatan, tetapi juga kepada kemampuan direksi dalam menjaga integritas institusi dan kepercayaan masyarakat.
Komentar
Vandal Abigail
23 Oktober 2026
deymmm
yang maha
17 Oktober 2026
wahhhh
DINGDONG
08 Oktober 2026
wakacaw
SASA PP
06 Oktober 2026
dah ku kate di instansi ada mainnnn~~~~~
SWAT
05 Oktober 2026
LEBIH HINA POLICE YANG RASIS SAMPAI ADA POSTER DIMANA MANA!!!