← Kembali ke Beranda

Birokrasi vs Nyawa, Alasan EMS Kerap Terlambat Merespons Panggilan Warga

13 Agustus 2026 - sudah dibaca 65 kali

Birokrasi vs Nyawa, Alasan EMS Kerap Terlambat Merespons Panggilan Warga

Satu Mimpi — Pada tanggal 11/08/2026, sejumlah warga dilaporkan mengalami keterlambatan dalam mendapatkan penanganan pertama ketika membutuhkan pertolongan medis. Kondisi tersebut menimbulkan berbagai keluhan dari masyarakat yang menilai respons EMS belum mampu memenuhi kebutuhan warga dalam situasi darurat. Sejumlah laporan yang diterima menunjukkan bahwa keterlambatan menjadi persoalan yang cukup dirasakan, terutama ketika warga membutuhkan bantuan medis dalam waktu yang singkat. Situasi tersebut kemudian mendorong pihak media untuk menelusuri sejumlah faktor yang diduga menjadi penyebab lambatnya respons petugas EMS di lapangan.

Negara Satu Mimpi mengalami peningkatan jumlah penduduk dalam beberapa bulan terakhir yang turut memberikan dampak terhadap berkurangnya kualitas pelayanan kesehatan. Bertambahnya jumlah penduduk menyebabkan meningkatnya jumlah panggilan medis yang harus ditangani oleh petugas dalam waktu yang bersamaan. Kondisi tersebut membuat petugas medis harus menghadapi jumlah permintaan pelayanan yang lebih tinggi, sementara ketersediaan personel dan unit medis harus menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Peningkatan beban pelayanan tersebut semakin terasa ketika beberapa kejadian medis terjadi secara berdekatan, sehingga warga harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan pertolongan.

Dalam penelusuran yang dilakukan pihak media, salah satu faktor yang diduga berkontribusi terhadap keterlambatan respons adalah prosedur birokrasi dalam sistem penanganan medis. Petugas EMS yang telah memberikan pertolongan kepada korban di luar rumah sakit diwajibkan kembali terlebih dahulu ke rumah sakit sebelum dapat menerima dan menangani panggilan medis berikutnya. Prosedur tersebut membuat petugas harus melakukan perjalanan tambahan meskipun masih berada di wilayah yang relatif dekat dengan lokasi kejadian berikutnya. Dalam kondisi jumlah panggilan tinggi, mekanisme tersebut berpotensi memperpanjang waktu respons dan mengurangi efektivitas petugas dalam menjangkau warga yang membutuhkan pertolongan segera.

Menteri Kesehatan Melody Robbins dalam kesempatan wawancara menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan peninjauan kembali terhadap mekanisme pelayanan yang dinilai perlu disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Peninjauan tersebut dilakukan untuk mencari solusi agar petugas EMS dapat memberikan respons yang lebih cepat tanpa mengabaikan prosedur keselamatan serta standar pelayanan medis. Pemerintah diharapkan dapat mempertimbangkan mekanisme yang memungkinkan petugas terdekat langsung merespons panggilan berikutnya tanpa harus selalu kembali ke rumah sakit terlebih dahulu apabila kondisi memungkinkan. Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat kejelasan mengenai perubahan prosedur maupun langkah konkret yang akan diterapkan oleh rumah sakit dan Kementerian Kesehatan untuk mencegah terulangnya keterlambatan pelayanan medis, terutama pada malam hari ketika kebutuhan terhadap unit medis tetap berlangsung.

Komentar

nongshim

25 Agustus 2026

menurut saya bukan sepenuhnya salah ems karna memang kepadatan penduduk menjadi faktor utama sedangkan untuk sdm di rumah sakit tergolong masih kurang.... jika ada yang billang "banyak dokter yang mallas mengambill sinyal dan hanya mengandalkan banmes" menurut saya juga kurang tepat karena beberapa dokter yang berjaga di rumah sakit itu dokter dokter yang memang memiliki ke ahlian di bidangnya ( spesiallis ) mereka bukan hanya berjaga tapi mereka punya pasien pasien yang setiap hari memiliki janji temu dengan mereka... untuk dokter yang lain saya melihat rajin rajin saja kok untuk merespon sinya tetapi memang mereka terlihat kewalahan karena terlalu banyak sinyal dan yangg di prioritaskan adalah yang lebih dahulu mengirim sinya..

highcortisol

25 Agustus 2026

terlalu banyak alasan menurut saya terlalu banyak pegawai rumah sakit yang terkadang malas untuk merespon sinyal jika sinyal berada dilokasi yg jauh terlalu sering mengandalkan banmes dalam melakukan pertolongan pertama diluar padahal dengan ada nya cuma 1 ems saja untuk menjaga bagian igd sudah cukup dan juga terlalu banyak ems yang melamun saat jam duty seolah hanya ingin menjaga igd dan mendapatkan gaji langit pembukaan pekerjaan untuk ems sudah dilakukan besar besaran dan lumayan sering lantas kenapa setelah diterima banyak ems yg tidak mengisi jam duty, bukannya hal ini perlu dibenahi secara team internal oleh rumah sakit