Polisi memasang CCTV di Beberapa Titik Kota, Tetapi Berhasil Diretas?
26 Juli 2026 - sudah dibaca 87 kali

Suasana Kota Satu Mimpi dihebohkan oleh beredarnya rekaman CCTV di sejumlah ponsel warga yang memperlihatkan dugaan aksi penyerangan aparat kepolisian terhadap warga sipil pada Jumat, 24 Juli 2026. Menanggapi video viral tersebut, Satu Mimpi State Police secara tegas membantah keaslian insiden itu dan menyatakan bahwa rekaman tersebut merupakan bentuk fitnah terencana.
Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa tampilan antarmuka (UI) CCTV dalam video yang beredar jauh berbeda dengan sistem UI CCTV resmi yang dioperasikan oleh kepolisian. Berdasarkan hasil penelusuran, aksi kekerasan yang tampak dilakukan oleh oknum berseragam polisi tersebut bukanlah tindakan aparat yang sah, melainkan ulah oknum warga tak bertanggung jawab yang sengaja mencuri dan mengenakan pakaian dinas kepolisian demi mencemarkan nama baik institusi.
Terkait sistem pengawasan kota, perwakilan Satu Mimpi State Police, Malik, menjelaskan bahwa titik-titik CCTV telah disebar secara strategis di area publik, kawasan instansi, serta lokasi-lokasi yang dinilai rawan tindak kriminal.
Lebih lanjut, kepolisian membeberkan bahwa akses terhadap rekaman CCTV tidak bersifat terbuka bagi seluruh personel, melainkan dibatasi secara ketat hanya untuk pemegang jabatan tertentu demi menjaga kerahasiaan data.
Di sisi lain, kerentanan fasilitas umum ini turut menjadi sorotan. Perangkat CCTV dilaporkan sangat mudah mengalami kerusakan—bahkan hanya dengan tembakan—yang mengakibatkan sistem lumpuh total. Kerusakan ini memaksa pihak kepolisian untuk mengeluarkan anggaran perbaikan baru, yang mana pendanaannya bersumber langsung dari alokasi uang pajak pemerintah untuk kepolisian.
Kendati demikian, ketiadaan regulasi tertulis yang mengatur secara spesifik mengenai titik-titik pemasangan CCTV menimbulkan kekhawatiran tersendiri di tengah masyarakat, khususnya terkait potensi pelanggaran batas privasi warga di ruang publik akibat sebaran kamera pengawas yang belum diatur secara transparan.
Komentar
Belum ada komentar.