Warga Keluhkan Pelayanan Satu Mimpi Medical Center, Utamakan Administrasi daripada Pasien
08 Juli 2026 - sudah dibaca 27 kali

Satu Mimpi — Sejumlah masyarakat Kota Satu Mimpi menyampaikan berbagai keluhan terkait pelayanan yang diberikan oleh Satu Mimpi Medical Center. Keluhan tersebut muncul setelah beberapa warga mengaku mendapatkan perlakuan yang dinilai kurang baik dari oknum tenaga medis saat memberikan penanganan kepada pasien yang pingsan.
Menurut keterangan masyarakat, setelah pasien mendapatkan penanganan awal dan kembali sadar, pihak medis dinilai lebih dahulu meminta pembayaran biaya pengobatan tanpa melakukan pemeriksaan lanjutan, menanyakan kondisi pasien, maupun mendiagnosis penyebab pasien mengalami pingsan. Masyarakat menilai tindakan tersebut membuat pasien dan keluarga merasa kurang dihargai serta menimbulkan kesan bahwa aspek administrasi lebih diutamakan dibandingkan pelayanan kesehatan.
Selain menyampaikan keluhan, masyarakat juga memberikan sejumlah masukan kepada Satu Mimpi Medical Center, khususnya terkait proses pendaftaran BANMES (Bantuan Medis). Mereka berharap standar operasional prosedur (SOP) dalam perekrutan dapat diperketat sehingga setiap anggota BANMES memiliki pemahaman dasar mengenai ilmu medis dan penanganan pasien.
Masyarakat juga mengusulkan agar calon BANMES diwajibkan melampirkan ijazah atau bukti pendidikan dari jurusan kesehatan sebagai salah satu persyaratan pendaftaran. Dengan adanya peningkatan standar recruitmen, diharapkan kualitas pelayanan medis dapat lebih baik dan profesional.
Melalui penyampaian aspirasi tersebut, masyarakat berharap Satu Mimpi Medical Center dapat melakukan evaluasi terhadap pelayanan yang diberikan. Mereka menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan pasien seharusnya menjadi prioritas utama dibandingkan biaya pengobatan, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap layanan medis dapat terus terjaga.
Komentar
warga pundung
08 Juli 2026
apakah nyawa warga tidak ada harganya bagi rumah sakit???